Selimut intelektual.
Penulis rasanya pingin membuat rangakaian kata malehoy gt. Kalau rangkain bunga pasti indah. Biru kuning hijau ungu. Seperti pelangi dilangit yang biru.
Pelangi indah karena warnanya bermacam.
Bunga indah karena warnanya bermacam-macam. Cinta indah karena bermacam-macam liku2. Begitupun ide atau bisa di sebut intelektual. Kalau bahasa jawa utek (jawa kasar) maka akan indah juga kalau bervariasi bentuk cara berfikir. Tapi terkadang orang sana itu berfikir kalau lain sepemikiran gak level kayak tikus sama kucing. Entah mana tikusnya ntah mana kucingnya.
Tapi teringat dengan film kartun yg sudah lama nemani waktu kecil kita sampai sekarang. Gede gitulah bahasa enaknya. Yaitu Tom and Jerry. Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang seekor kucing (Tom) dan seekor tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini telah memenagkan penghargaan Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh dua orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudian terkenal sebagai Hanna-Barbera). Animasi saja bisa memenangkan piala oscar lo. Kalau yang punya utek tadi eh intelektual mau kayak tom and jerry apa yang mau di banggakan. Mau ngejar piala bergilir. Tapi bergilir apa. Apa bergilir anu (rahasia). Plislah om. Selimutmu sudah kusam sudah banyak kutu. Selimut orang masih kelihatan baru bersih. Kok masih iri-irian sih ehheheheh.
Jangan kaya stempel yang sudah di cap dikertas gak bisa dirubah. Jadilah penghapus ketika tercoret penghapus bisa menutupi kesalahannya. Walaupun pensil itu suka utek coret-coret tapi penghapus yang harum dan lembut ikhlas untuk membersihkannya.
Terkadang sesuatu yang lain atau beda. Dinding status siap penuh dengan curhatan yang bagaimna gitu kesannya. Atau mungkin pas sasaran. Tapi sasaran apa penulis tak tau. Mungkin sasaran emosional yang gak abadi. Sekali abadi berlebih-lebih samapai tumpah dimana-dimana. Ada seorang aktivis yang bergerak di bawah tanah tapi menghasilkan positif dan sebagai panutan juga oleh para aktivis2 lain. Dia tidak banyak buang tenaga. Dia tidak buang2 waktu. Dia akedemis mantap dan organisatoris apalagi asmararisasi gak kalah dari yang lain kalau cerita masalah asmara ini. Asmara ini ada plus dan plis maksudnya positif dan negatif. Lanjut dulu yang sebelumnya kalau gitu. Aktifis ini jaringan dalam jangan di tanya lagi hampir semua dari ketua sampai ujung bawah dekat sama dia. Tapi ingat bukan menjilat lo kayak yang disebut yang sono. Apalagi diluar jaringannya sangat di perhitungkan dia sama orang2 petinggi. Dia berorganisasi. Yaitu organisasi salah satu organisasi yang sangat berpengaruh di indonesia ini. Ada sisi positifnya dari dia. Dia tidak pernah menyalahkan atau mebelakangi atau menertawai tanggapan orang. Pemikiran orang ide orang utek orang. Orang adem mudah bergaul bagi yang paham atau yang kenal. Pastinya kenal dulu biar lebih akrab. Ketika prang A dia B orang lain C dia D ada saatnya A dan C.
Kita bisa berfikir dengan hal di atas tadi setiap orang punya keputusan dan keputusan tersebut sudah siap mempertanggung jawabkan keputusannya. Intinya jangan merugikan orang lain. Walaupun terkadang orang makan dalam1 piring dengan orang yang lain. Pasti didalam ada yang kuat makannya. Ada yang sedikit makannya ada cuman tinggal nyicipin saja ada malah cuman megang piring saja. Malah ada suruh nyuci yang megang piring terakhir. Tanpa kita sadari kita sudah di ajari oleh kita sendiri dalam melakukan apapun. Guru gak pernah ngajarin macam itu. Gurunya ya kita sendiri. Tapi manusia itu melihat yang berat lalu di jadikan dasar lupa yang spele yang sering tnpa sadari kita lakukan untuk menjadi dasar. Seandainya manusia di dunia ini paham dengan apa yg pernah dilakukan sendiri. Itu lah guru kita itu lah mata kuliah sesungguhnya.
Hal kecil itu ibarat debu ketika tertepa angin dia akan berterbangan. Ketika masuk mata mata menjadi sakit. Ketika masuk makanan. Makanan jadi penyakit. Walaupun debu itu terkena air maka dia akan menggumpal dan kuat untuk lempar maling kalau dah tidak basar dia kembali lagi seperti semula. Kalau besar ibarat batu yang besar yg sering kit temui dan keras. Batu itu tidak menyadari mentang mentang besar keras makanya dia sombong. Memang iya kalau dilemparkan ke orang. Orang itu bisa cidra atau mungkin mati kalau sidah takdir mati. Tapi dia gak sadar ketika di hancurkan dia menjadi kumpulan2 debu yang tidak bisa menjadi batu. Bukan batu namanya. Tapi krikil malah menjadi pasir dan debu. Dia lupa dengan yang di sombongkan dia lupa yang dia banggakan.
Itulah kehidupan sejati sebenaarnya tau letak dia marah tau letak berwibawa tau letak diam saja.
Penulis pasti sudah memikirkan tetang rangkain ini. Pastinya ada nyinyiran. Apalah tulisan ini tidak mendidik tidak berfaidah. Penulis tidak mengharapkan tulisa ini sebagai panutan atau pedoman. Anggap saja angin lewat. Tapi angin lewat masih ada manfaatnya. Menghilangkan rasa panas walau dikit. Mengahdirkan sejuk. Dan begitulah.
Plislah om yuk bersihkan selimut intelektual kita. Sama2 kita cuci agar menjadi harum selimut ini. Ibarat Bhinika tunggal ika
Jayalah Indonesia ku.
Beda pandangan itu lauk.
Beda aksi/pergerakan itu nasi.
Kalau di gabungkan nasi ada lauknya. Makan menjadi enak. Dan menambah nutrisi badan...
Sukses para pemikir masa depan.
Penulis rasanya pingin membuat rangakaian kata malehoy gt. Kalau rangkain bunga pasti indah. Biru kuning hijau ungu. Seperti pelangi dilangit yang biru.
Pelangi indah karena warnanya bermacam.
Bunga indah karena warnanya bermacam-macam. Cinta indah karena bermacam-macam liku2. Begitupun ide atau bisa di sebut intelektual. Kalau bahasa jawa utek (jawa kasar) maka akan indah juga kalau bervariasi bentuk cara berfikir. Tapi terkadang orang sana itu berfikir kalau lain sepemikiran gak level kayak tikus sama kucing. Entah mana tikusnya ntah mana kucingnya.
Tapi teringat dengan film kartun yg sudah lama nemani waktu kecil kita sampai sekarang. Gede gitulah bahasa enaknya. Yaitu Tom and Jerry. Tom and Jerry adalah sebuah serial animasi Amerika Serikat hasil produksi MGM yang bercerita tentang seekor kucing (Tom) dan seekor tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Seri animasi ini telah memenagkan penghargaan Academy Award (Piala Oscar) dan membentuk dasar dari seri sukses studio Metro-Goldwyn-Mayer (MGM). Cerita pendek mereka ini diciptakan, ditulis dan disutradarai oleh dua orang animator bernama William Hanna dan Joseph Barbera (mereka kemudian terkenal sebagai Hanna-Barbera). Animasi saja bisa memenangkan piala oscar lo. Kalau yang punya utek tadi eh intelektual mau kayak tom and jerry apa yang mau di banggakan. Mau ngejar piala bergilir. Tapi bergilir apa. Apa bergilir anu (rahasia). Plislah om. Selimutmu sudah kusam sudah banyak kutu. Selimut orang masih kelihatan baru bersih. Kok masih iri-irian sih ehheheheh.
Jangan kaya stempel yang sudah di cap dikertas gak bisa dirubah. Jadilah penghapus ketika tercoret penghapus bisa menutupi kesalahannya. Walaupun pensil itu suka utek coret-coret tapi penghapus yang harum dan lembut ikhlas untuk membersihkannya.
Terkadang sesuatu yang lain atau beda. Dinding status siap penuh dengan curhatan yang bagaimna gitu kesannya. Atau mungkin pas sasaran. Tapi sasaran apa penulis tak tau. Mungkin sasaran emosional yang gak abadi. Sekali abadi berlebih-lebih samapai tumpah dimana-dimana. Ada seorang aktivis yang bergerak di bawah tanah tapi menghasilkan positif dan sebagai panutan juga oleh para aktivis2 lain. Dia tidak banyak buang tenaga. Dia tidak buang2 waktu. Dia akedemis mantap dan organisatoris apalagi asmararisasi gak kalah dari yang lain kalau cerita masalah asmara ini. Asmara ini ada plus dan plis maksudnya positif dan negatif. Lanjut dulu yang sebelumnya kalau gitu. Aktifis ini jaringan dalam jangan di tanya lagi hampir semua dari ketua sampai ujung bawah dekat sama dia. Tapi ingat bukan menjilat lo kayak yang disebut yang sono. Apalagi diluar jaringannya sangat di perhitungkan dia sama orang2 petinggi. Dia berorganisasi. Yaitu organisasi salah satu organisasi yang sangat berpengaruh di indonesia ini. Ada sisi positifnya dari dia. Dia tidak pernah menyalahkan atau mebelakangi atau menertawai tanggapan orang. Pemikiran orang ide orang utek orang. Orang adem mudah bergaul bagi yang paham atau yang kenal. Pastinya kenal dulu biar lebih akrab. Ketika prang A dia B orang lain C dia D ada saatnya A dan C.
Kita bisa berfikir dengan hal di atas tadi setiap orang punya keputusan dan keputusan tersebut sudah siap mempertanggung jawabkan keputusannya. Intinya jangan merugikan orang lain. Walaupun terkadang orang makan dalam1 piring dengan orang yang lain. Pasti didalam ada yang kuat makannya. Ada yang sedikit makannya ada cuman tinggal nyicipin saja ada malah cuman megang piring saja. Malah ada suruh nyuci yang megang piring terakhir. Tanpa kita sadari kita sudah di ajari oleh kita sendiri dalam melakukan apapun. Guru gak pernah ngajarin macam itu. Gurunya ya kita sendiri. Tapi manusia itu melihat yang berat lalu di jadikan dasar lupa yang spele yang sering tnpa sadari kita lakukan untuk menjadi dasar. Seandainya manusia di dunia ini paham dengan apa yg pernah dilakukan sendiri. Itu lah guru kita itu lah mata kuliah sesungguhnya.
Hal kecil itu ibarat debu ketika tertepa angin dia akan berterbangan. Ketika masuk mata mata menjadi sakit. Ketika masuk makanan. Makanan jadi penyakit. Walaupun debu itu terkena air maka dia akan menggumpal dan kuat untuk lempar maling kalau dah tidak basar dia kembali lagi seperti semula. Kalau besar ibarat batu yang besar yg sering kit temui dan keras. Batu itu tidak menyadari mentang mentang besar keras makanya dia sombong. Memang iya kalau dilemparkan ke orang. Orang itu bisa cidra atau mungkin mati kalau sidah takdir mati. Tapi dia gak sadar ketika di hancurkan dia menjadi kumpulan2 debu yang tidak bisa menjadi batu. Bukan batu namanya. Tapi krikil malah menjadi pasir dan debu. Dia lupa dengan yang di sombongkan dia lupa yang dia banggakan.
Itulah kehidupan sejati sebenaarnya tau letak dia marah tau letak berwibawa tau letak diam saja.
Penulis pasti sudah memikirkan tetang rangkain ini. Pastinya ada nyinyiran. Apalah tulisan ini tidak mendidik tidak berfaidah. Penulis tidak mengharapkan tulisa ini sebagai panutan atau pedoman. Anggap saja angin lewat. Tapi angin lewat masih ada manfaatnya. Menghilangkan rasa panas walau dikit. Mengahdirkan sejuk. Dan begitulah.
Plislah om yuk bersihkan selimut intelektual kita. Sama2 kita cuci agar menjadi harum selimut ini. Ibarat Bhinika tunggal ika
Jayalah Indonesia ku.
Beda pandangan itu lauk.
Beda aksi/pergerakan itu nasi.
Kalau di gabungkan nasi ada lauknya. Makan menjadi enak. Dan menambah nutrisi badan...
Sukses para pemikir masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar