26 November 2018

Tips Mahasiswa Hukum Aktif Dilokal

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hai para pejuang SH sejati, apa kabar, mimin sehat walafial kok.
Ada kabar apa sama kalian, bagaimana kegiatan perkuliahannya, semoga lancar-lancar saja amin.
Kalau ada terkendala silahkan chat di kolom komentar bawah, atau lewat email. Ditunggu ya.
Pagi yang lumayan cerah, yg mendukung mimin bersemangat untuk sedikit nulis-nulis di sini. Mimin pingen banget berbagi ide, pengalaman disini, mengenai perkuliahan kita tentang tips cara mahasiswa aktif di lokal, pastinya kalian cari-cari permasalahn ini. Sebenarnya sudah banyak artikel membahas seperti permasalahan ini, kalian bisa browsing, untuk mendapatkan informasi ini.
Tapi mimin membagikan ini, sebagai hasil pengalaman mimin sendiri, sesuai dengan pengalaman di prodi Hukum Pidana Islam. Jadi bagi mahasiswa Hukum tidak salah lagi membuka artikel ini.

Sudah tidak sabarkan untuk menunggu, apa saja sih tips nya:

1. Mental
Mental sangat di butuhkan dalam melakukan sesuatu, untuk mengekpresikan keinginan yg harus di ucapkan. Untuk berani dalam berargumen walau beda pendapat, atau mungkin salah tafsir dalam mengucapkan sesuatu untuk berargumen. Jangan gampang ngedown jika di sangkal atau di salahkan.

2. Berani mencoba
Kalian harus berani mencoba, mengucapkan harus berani, walau hanya sedikit kata-kata yang di ucapkan. Jangan minder lihat kawan kita berani berargumen, karena kawan kita awalnya seperti kita yang masih awal, yg ingin mencoba berani mencoba. Jika anda sudah berani mencoba berargumen, itu semua sudah menjadi bahan modal untuk lebih baik kedepannya.

3. Jangan takut salah
Ini sangat penting saat dalam diskusi, rata-rata mahasiswa itu ada unek-unek untuk di omongkan, tapi dia takut salah, takut gini, takut gitu. Sampai kapan anda akan terus menerus bersembunyi di balik zona indah ini. Ayo yakin sama argumen mu. Jika salah wajar, karena kita masih-masih belajar.

4. Perbanyak Referensi.

Wah ini sudah termasuk legend dalam masalah aktif di dalam lokal, dan di luar lokal. Orang yang mempunyai referensi yang banyak dalam pikirannya, mereka bagaikan perputakaan berjalan, karena apa yang dia omongkan, sesuai fakta. Dan rata-rata orang yg banyak referensi, dia tau saat bagaimna dia berbicara dan santai dalam berbicara, walaupun yang dikatakan tersebut tak sesuai realita lapangan. Sudah di acungi 4 jempol.

5. Jangan menjatuhkan lawan
Ini sangat penting jika dalam berdiskusi, rata-rata orang lain tersebut dalam berargumentasi hanya untuk menjatuhkan lawan lain dalam berargumen. Di dalam berargumen kita harus mempunyai etika dalam mengucapkan, kita di dalam lokal bukan untuk menjadi orang paling hebat dalam lokal, orang yang paling vokal. Akan tetapi kita didalam lokal kita anggap sebagai pelengkap. Kenapa dengan sebagai pelengkap saja, karena dengan pelengkap kita tidak pernah menjatuhkan lawan, akan tetapi kita rangkul dia dalam menggunakan bahasa yang logis, seakan-akan tidak menjatuhkannya, tapi argumen kita isi dengan jelas, dan menjadi titik terang dalam permasalahan.

6. Jadikan Kelas Sebagai Tempat Praktek Nyata
Sebenarnya dengan cara ini sangat berat dilakukan, apalagi membayangkan seperti nyata di lapangan, dan berhadapan dengan asli masalahnya. Tapi apa salahnyakan, sebagai SH sejati untuk imajinasi atas tersebut. Harusnya dong, anak SH itu orangnya komitmen, berani tanggung jawab atas keputusannya, dan bisa mencari jalan keluar terbaik dengan ide-idenya. Maka kalian harus jadikan lokal itu seperti nyata di lapangan, anggap saja yang lain semut-semut deh, walau semutnya pintar-pintar.

Mungkin cuman itu yang bisa admin bagi pengalamannya. Bagi kawan-kawan yang ingi bertanya-tanya tentang seputar prodi Hukum, bisa chat via komentar, via email, dan via akun prodi HPi kita.
Sukses selalu para pejuang SH.




REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR

  REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR Oleh: A Dhakirillah Indonesia memiliki aneka ragam terhadap budaya, ras, suku, agama. Setiap   zona...