20 November 2018

Apa Yang Harus Dimiliki Oleh Anak Hukum.

                                              اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


                                        اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Alhamdulillah puji sukur, bertepatan tanggal yang sungguh istimewa untuk umat islam umat Nabi besar Muhammad SAW, semoga kita sebagai umat mendapatkan berkah dan syafaat amin ya rabbal a'lamin.
Dan mimin mengucapakan :
 "Kegembiraan telah datang dengan hari kelahiran sang penunjuk jalan yang lurus, Selamat Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1440 H."

Kembali pada topik judul yang kita bahas saat ini. Tentang apa sih yang harus dimiliki oleh anak hukum itu, khususnya hukum pidana islam ini, pasti itu di pikiran benak kalian semua, yang mencari di sumber-sumber mbah google, atau mungkin sharing-sharing dengan senior, dosen dll.
Nah dengan kesempatan ini mimin mencoba membagikan pengalaman, atau bisa juga dikatakan bercerita, bukan menggurui atau menjadi guru, pastinya mimin yakin, para pembaca ini hebat-hebat dan the beast pokoknya.
Ok langsung saja, apa saja yang harus kita miliki, sebagai anak hukum.

1. Niat.
Lo kok niat, pasti ha jawabannya. Ok mimin jelaskan, kenapa mimin niat, karena kita setiap melakukan sesuatu pasti ada niat kan, betulkan. Nah dengan niat ini, akan menumbuhkan rasa keyakinan, rasa bersemangat dalam melakukan sesuatu, dan sudah terencana jalannya bagaimna untuk menempuh medan perjalanannya. Pasti bertanya, saya kan masuk di hukum ini gak ada niat lo, pasti ada kan. Nah gini ya, sebenarnya kalian kurang terpasang oleh niat ni yang pertama kalian pasti bimbang lanjutin kuliah apa tidak ya. Kedua, bingung memilih jurusan dimana yg pas di hati, atau kita mampu. Ketiga, ada kesalahan dalam memilih jurusan saat pendaftaran, mungkin grogi, gak tau tata caranya, dll lah. Nah jika terjadi hal begitu, maka bismillah lah kalian ini mungkin yang terbaik, ini jalan pintu pertama, saya harus yakin didepan sana ada keindahan setelah melewati ini semua. Intinya luruskan lagi niat, niat yakin ingin belajar, yakin kuat menghadapi rintangan, yakin sanggup, karena niat denga menyebut nama Allah insyaallah selalu di berikan jalan terang untuk melewatinya.

2. Doain Orang Tua.
Yang kedua ini sangat penting dari segala penting, karena ridonya Allah ridonya Orang Tua. Kawan2 orang tua kita di rumah bekerja keras demi kesuksesan anaknya , di sela2 doanya ada nama mu disana, isak tangis mengharap rido Allah untuk kesuksesan anaknya. Maka mulai sekrang bagi yg lalai dengan hal ini dan lanjutkan doin orang tua yg sudah selalu doin orang tua. Sebodoh2nya kita, selolo-lolonya kita, tapi yang terpenting doin orang tua kita dirumah, semoga diberikan keberkahan umurnya, lancarkan rejekinya, dan kebahagian duni akherat. Ingat kawan2, kesuksesan kita tidap luput dari doa ibu bapak kita. Berikanlah kesuksesan itu untuk hadiah mereka di sisa- sisa umurnya. Yakinlah bahwa kalau kita selalu ingat orang tua, doain orang tua di sela2 kesibukan kita dalam belajar, insyaallah Allah Rido, dan memberikan manfaat atas menuntut ilmu tersebut.

3. Doain Guru / Dosen
Kita juga wajib doain dosen/ guru kita, merekalah orang tua ke dua kita di dunia ini, mereka ikhlas memberikan ilmunya kepada kita, mereka setiap hari harus bekerja keras untuk membagi ilmu, pengalaman kepada kita. Teringat pesan seorang guru saya waktu MTS, dia berkata, nak jika kamu ada dimana pun, atau saat menuntut ilmu dimana pun, jangan lupa doain guru2 kita, kirim al-fatihah buat mereka, karena keberkahan ilmu itu bukan yang terus2 di bangku pendidikan, tapi ada keberkahan terbesar, yaitu hasil dari mendoakan guru kamu, walaupun pada saat ini kamu bodoh, gak paham2, tapi di hatimu ada keikhlasa untuk tetap mendoakan guru mu, ma yakinlah ilmu itu sudah ada, ketika kamu butuh pasti datang ilmu itu. Nah, itu lah yang selalu mimin ingat sampai sekarang, kalian jangan merasa minder atau merasa tidap paham saat di ajar dosen/guru kita, yakinlah dengan keikhlasa hati mu untuk tetap mendoakan dosen/guru, ilmu kita manfaat. Amin

4. Shalat 5 waktu.
Ini sangat penting bagi pemeluk islam, nagku islam tapi tidak shalat, tidak sujud pada penciptanya, lucukan, sudah di ciptakan tidak mau ikuti aturan ALLAH SWT. Sepintar-pintarnya kalian dalam belajar, dalam berdebat, dalam menegakkan kebenaran, jika tidak shalat apa untungnya, trus untuk apa, kepintaran itu darimana jika kita tidak sujud atau bolong-bolong shalatnya. Paksa diri kita untuk shalat, walau di hati tidak ikhlas, berat untuk melakukannya, insyaallah maka lunak nantynya hati kita, jiwa kita menyembah Allah dengan shalat 5 waktu. Karena dengan sholat, kita ibarat membangun suatu bangunan untuk tmpat teduh, untul kebahagian dunia akherat. Dunia kita dapat, akherat kita dapat. Dengan shalat kita bisa menyelipkan doa-doa terbaik untuk kita, saudara kita, orang tua kita, dosen/guru kita. Jika kita mendoakan orang lain dalam kebaikan, insyaallah Allah akan memberikan kebaikan kepada kita. Doa yang cepat di ijabah itu, doa seorang muslim mendoakan muslim orang lain, dari pada berdoa untuk diri sendir, sedangkan kita egois tidak mau mendoakan saudara-saudara kita dalam kebaikan.

Jadi yang di atas tadi. Ialah yang wajib kita lakukan, tidak bisa ditawar lagi bagi para penuntut ilmu.
Nah, mimin lanjutin lagi di bawah, yang bersifat umum, bisa dikatakan wajib, sunnah, boleh dilakukan, intinya mimin saling membagi informasi saja,

1. Kita sebagai mahasiswa hukum, harus ada kerja keras, untuk mendapatkan informasi apa yang akan di belajarkan pada mata kuliah besoknya. Seperti biasa, dosen itu memberika seperti silabus, daftar judul ajar , atau acuan belajar. Nah, kita harus kreatif dengan bahan yang sudah di kasih sama dosen itu, bagaimana kreatifnya? Gini cararany. Pastikan besoknya kita belajar MK apa dan apa yg akan di pelajarin besok, catat dibuku MK tersebut, lalu cari maksud judul ini, dimana pun, mungkin di perpustakaan, atau di google pasti ketemu, setelah ketemu catat yg penting, pahami apa yang dimaksud itu, terus stelah dipahami, kalian harus berani menjelaskan dengan gaya mu sendiri bahasa mu sendiri dengan maksud yang sama, insyaallah jika dilakukan terus menerus, lancar perkuliahan mu, terasa ringan untuk belajar.

2. Harus punya buku acuan, yaitu acuan yang membahas tentang hukum, seperti Pengantar Hukum di Indonesia, KUHP, KUHAP, KAMUS HUKUM, intinya buku- buku yang membahas tentang hukum, jika kita punya acuan tersebut, kita mempunyai dasar ketika berargument, ketika berdiskusi, dan di tanya sama dosen kita.

3. Kalau bisa setiap MK ada 1 buku, contoh, MK Politik Hukum, harus punya Bukunya Politik Hukum, nah jika kita punya bukunya setiap MK , maka kita punya dasar acuan pada MK tersebut, maka sisihkanlah uang jajan untuk membeli buku tersebut, tapi ini tidak wajib, jika kalian minat bisa di ikuti, dan tidak di ikuti.

4. Perbanyaklah membaca buku, dengan membaca buku, seakan-akan kita lagi menjelajahi dunia, menghargai karya penulis, untuk di ambil ilmunya, manfaatnya. Kita di jurusan hukum tidak hanya membahas hukum saja, tapi juga membahas dunia luas selain hukum, jadi kita bisa dapat ilmu hukumnya, dan dapat ilmu2 lainya. Itulah SH sejatinya.

5. Merangkum hasil belajar dengan dosen setiap MK, bukan mencatat panjang lebar dosen ngmong lo, tapi kita harus memilah yang penting, yang harus di catat. Sebagai tambahan dasar kita belajar, untul memahami MK tersebut.

Mungki cuman ini dulu mimin paparkan, untuk berbagi ide-ide baik untuk kedepannya.

Semoga kita semua diberi keberkaham dan kemanfaatan dalam menuntuk ilmu amin.


Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Wassalamualaikum Wa rahmatullahi wa barakaatuh..



Youtube: PEMUDA NUSANTARA

REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR

  REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR Oleh: A Dhakirillah Indonesia memiliki aneka ragam terhadap budaya, ras, suku, agama. Setiap   zona...