09 Desember 2019

Bersahabatlah, Bergeraklah




Senin, 09 Des 2019. Perjalanan hari semakin hari, telah usai sedikit demi sedikit, para sang tuhan dalam menuai leterasi bijak dengan sabda dan firmannya. Sabda dan firmannya, setiap pembaca mendapatkan imbalan pahala. Mungkin akan sedikit radikal dalam menyertakan tuhan dalam sifat rezim yang penuh rasa kekuasaan. Semoga terpanjat doa memohon ampun terhadap hamba yang tak berprikemanusiaan yang beradab.

Kehidupan tidak lepas dengan kata terkadang di atas dan terkadang dibawah, dengan ibarat roda kehidupan. Sekarang kita berkuasa, esok kita di kuasai, sekarang kita menciptakan rezim, besok kita salah satu anggota terbentuknya rezim. Sangat kejam rasanya kehidupan kekuasaan ini.
Kata-kata bijak terketik di story whatsap (WA), sebagai bentuk sebuah keinginan hawa nafsu, seakan-akan aku lah yang bijak dalam merangkai kata-kata.

Untuk menarik sebuah simpati tidak lepas dengan bentuk rasa tertindas untuk menciptakan kubu kekuatan yang tak terkalahkan. Benar kata para pujangga, semakin banyak kita merangkai kata tertindas, semuanya akan menjadi cinta.

Tapi telah usai masa-masa itu dengan tertelan oleh hari semakin hari, jam semakin berjam-jam. Maka terciptalah kontestasi yang menciptakan kekalahan dan kemenangan. Sangat di sayangkan, identik kemenangan dan kekalahan ialah menjatuhkan musuh yang sangat mengerikan untuk keberlangsungan kekuasaan yang seperti abadi.

Engkau yang menang jangan bangga dengan kemenangan, engkau yang kalah jangan seakan tak adil dan tertindas.

Pastinya setiap keinginan haus memimpin mempunyai cita-cita yang menjadikan unggulan untuk menciptakan kesejahterkan rakyat. jadikanlah semua cita-cita itu direalisasikan dengan cara dewasa, ayoo bershabatlah dan bergeraklah. Ego sudah menjadi dasar hukum setiap manusia yang tak lunak terhadap rasa kebersamaan, jadikan ego untuk persahabatan dan menjadi pergerakan dalam merealisasikan cita-cita bersama.

Memang setiap manusia tidak memiliki talenta yang sama, akan tetapi manusia mempunyai kesempatan yang sama mengembangkan talenta (Jhon Kenedy). Akankah akan muncul dendam rezim, dimanakah letak yang katanya Agent Of Change. Mungkin penerapan Agent Of Change sebagai perubahan pemusnahan rezim.

ketika berbicara dengan rumah besar, seharusnya rumah besar menjadi penyejuk sejati, bukan menjadi pembelah sejati.  dan sebagai manusia yang menempati rumah besar, gunakan rasa dengan hati jangan hanya dengan ideologi. Ideologi bersifat radikal dan lunak radikal.

Bukankah kita sangat menghindari dengan ideologi radikal, akankah akan berhasil untuk menumpas keradikalan sejati itu, jika hanya melalui pemikiran untung rugi. sangat disayangkan sebuah gagasan menjadi sebuah monopoli yang tak kunjung ketemu jalan terbaik.

bersahabtlah dan bergeraklah, kita punya cita-cita, kita punya kekuatan, pasti kita bisa. ayok bangun relasi sehat tanpa ikut gaya tuhan, tapi gunakan relasi manusia sejati. Tuhan tidak akan durhaka dengan manusia, jika kita menggunakan rasa hati manusia.

gunakanlah lagi rumah besar menjadi tempat pelindung para generasinya dan para penghuninya, hidupkan lagi jalan masuknya udara agar tetap bernafas lega, dan jadikan rumah besar sebagai ttempat kekuatan, walau berbeda relasi, ayok kuatkan relasinya agar tidak mati setiap jalannya.

pasti bisa, bangga menjadi penggerak dan menjadi sahabat, 

REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR

  REVOLUSI PEMUDA MENUJU DESA MAKMUR Oleh: A Dhakirillah Indonesia memiliki aneka ragam terhadap budaya, ras, suku, agama. Setiap   zona...